I

Garin surau

Garin adalah sebutan yang dipakai untuk orang yang menjaga (eksistensi) surau seperti membersihkan ruangan, menyiapkan karpet, menyapu halaman, mengurus peralatan dan perlengkapan surau. Dalam Gema Basurau fungsi itu dijalankan oleh Ali Cestar dkk, dengan tugas utama memastikan surau berfungsi dan berjalan sebagaimana mestinya, baik di dunia maya maupun di dunia nyata.

Informasi lengkap tentang beliau bisa dilihat di blog pribadinya, CestarWeb di mana tersimpan semua keterangan tentang bio data dirinya, karya tulis, otobiografi  dan opini serta hal-hal dan aktivitas yang ia kerjakan baik secara rutin maupun berkala.

Putra Minangkabau asli ini berasal dari suku Koto, Nagari (kecamatan) Palembayan, Agam negeri asal ibunya. Beliau lahir, sekolah dan mengecap bangku kuliah di Padang dan menamatkan sarjana di Sastra Inggris, Universitas Andalas pada 1993.

Ali Cestar pernah bekerja di suratkabar ekonomi Bisnis Indonesia (1995-2002). Kini Ali Cestar banyak menyibukkan diri sebagai Konsultan Media dan tenaga pendidik sekolah kejuruan.

Beliau telah meluncurkan SurauNet sebagai satu media online Islam berhaluan moderat pada 2011 sebelum memutuskan bergabung dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) pada 2018 sebagai calon legislatif dan pada tahun yang sama menggagas lahirnya Gema Basurau seperti yang termaktub pada situs ini.

***

Antara tafakur & siskamling

Satu per satu hansip RT mulai mengundurkan diri. Alasan utama, karena warga kurang disiplin

membayar iuran RT sementara honorarium petugas pun terbilang kecil. Tinggallah Pak RT Suyanto yang masih tetap setia mengemban tugas pengamanan lingkungan alias tugas siskamling.

Melihat kondisi itu, Ali Cestar, seorang warga yang sudah bermukim di kampung itu sejak 2002 menawarkan diri secara sukarela sebagai hansip pengganti, menemani Pak RT berjaga tiap malam hingga waktu subuh. Gayung bersambut, Pak De Yanto, demikian nama panggilan Ketua RT itu, dengan senang hati menerimanya.

Bagi seorang Ali Cestar, dalam hidup itu perlu berpegang pada prinsip, “kerjakanlah hal-hal yang berfaedah walau sekecil apapun.” Bagi dia, meskipun perannya terbilang kecil, menjadi hansip merupakan satu bentuk pengabdian yang langsung terhadap masyarakat.

Meski hanya berlangsung selama kurang lebih tiga bulan yang diwarnai dengan banyak bertafakur di gardu siskamling di saat bertugas jaga sendirian, pada masa itu banyak hal-hal produktif yang ia hasilkan.

tafakur di gardu siskamling
tafakur di gardu siskamling

Pada periode itulah konsep SurauNet sebagai surau maya plus media online dimatangkan. Pada periode yang sama, Ali Cestar sempat menulis glosarium bahasa Minangkabau Ibrani yang dibagikan gratis secara online via website SurauNet.

Sayang, SurauNet sempat vakum setelah berjalan dua tahun tahun sejak dirilis 2011, yakni pada periode 2013 hingga 2017 a.l. akibat kepindahan domisili dari Mekarsari, Depok ke Hambalang, Citeureup, sehingga semua data glosarium yang tersimpan di situs hilang dihapus dari server, karena domain dan hosting lalai diperpanjang.

Pada 2015 seorang teman mengajaknya hadir pada kopdar satu partai politik yang baru berdiri di Jakarta. Keterlibatannya di partai politik itu mendorong dirinya untuk menghidupkan kembali passion (hasrat) caleg PSI itu akan aktivitas pengabdian sosial dan mendorongnya menggagas lahirnya Gema Basurau lewat surau maya plus media online SurauNet.

***