Gema Basurau

GEMA BASURAU
Gerakan Masyarakat Balik ke Surau

A. LATAR

A.1. Budaya “Surau Minangkabau” kini banyak ditinggalkan. Sebetulnya ada beberapa program dakwah “tabligh” yang mengajak masyarakat untuk memaksimalkan fungsi masjid dengan sholat berjamaah, namun lebih bertitik berat pada ritual ibadah Islam semata dan belum menyentuh esensi Surau itu sendiri sebagai satu pusat kebudayaan (community center) Minangkabau.

A.2. Idealnya, surau adalah sentra pendidikan agama, sosial, seni dan kebudayaan. Selain tempat belajar mengaji, surau kerap dipakai untuk belajar dan berlatih beladiri dan kesenian randai, disamping menjadi forum diskusi dan pemikiran.

A.3. Semua itu perlu dioptimalkan dengan menggerakkan seluruh potensi dan sumberdaya yang ada di dalam masyarakat. Untuk itu diperlukan suatu “gerakan” yang mendorong masyarkat untuk kembali menerapkan gaya hidup surau yang sarat dengan nuansa pendidikan, pengajaran dan pelatihan tentang ilmu agama, cara hidup sosial, pola kesenian dan  kebudayan serta perkembangan pemikiran-pemikiran kritis dan bernas.

B. VISI

B.1. Peradaban manusia banyak ditentukan oleh pemikiran dan hasil budi daya. Ini berarti manusia yang beradab pastilah memiliki pranata-pranata hidup tertentu, nilai-nilai estetika, kemampuan cipta karya, berkesenian dan menerapkan gaya hidup yang lebih maju daripada makhluk hidup lainnya. Tanpa itu, manusia bisa terjerembab menjadi makhluk biadab.

B.2. Karena itu, pemikiran dan kebudayaan menjadi kunci utama berkembangnya satu peradaban. Untuk itu, perlu satu “pola gaya hidup” (pattern of lifestyle) yang bisa merestorasi pemikiran dan kebudayaan tersebut kembali  ke (dan tetap di) jalur yang ideal. Dalam konteks Minangkabau, pola gaya hidup yang dimaksud disebut dengan “Surau.

C. MISI

C.1. Menggerakkan semua komponen masyarakat untuk kembali menerapkan gaya hidup surau dan menjadikan surau sebagai satu pusat kebudayaan atau community center. Gerakkan “Balik ke Surau” berarti kembali menjadikan surau-surau sebagai sentra-sentra komunitas.

C.2. Balik ke surau termasuk; di surau satu komunitas masyarakat bisa mengaji, bertausyiah dan tadabur, shalat berjamaah, belajar dan berlatih silat, randai, seni musik dan tarian, tidur & beristirahat, berkumpul & berdiskusi serta melakukan kegiatan-kegiatan sosial keagaamaan & kebudayaan lainnya yang positif, berfaedah dan memberi manfaat bagi kemaslahatan umat.

D. PELAKSANA

Aktor, pelaku atau pelaksana gerakan adalah orang Islam (Muslim), punya ketertarikan pada kebudayaan dan gaya hidup Surau Minangkabau, tunduk pada hukum dan perundangan yang  berlaku di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

E. KEANGGOTAAN

Syarat utama menjadi anggota adalah penganut agama islam atau seorang Muslim atau Muslimah, warga negara dan berdomisili di dalam wilayah Republik Indonesia, tidak terlibat tindak pidana dan narkoba dan bersedia mengikuti segala tata tertib yang berlaku dalam organisasi gerakan sesuai norma dan etika yang ada.

F. TEMPAT

Secara bentuk fisik Surau bisa didefisnisikan sebagai tempat tujuan berkumpul masyarakat atau community center dapat berupa masjid jami’, mushola dusun, surau kaum, majelis ta’lim, rumah singgah atau panti asuhan.

G. PROGRAM

Programprogram yang dijalankan dalam Gerakan Masyarakat Balik ke Surau (Gema Basurau) meliputi berbagai aktivitas sosial keagamaan pendidikan dan kebudayanaan seperti;

G.1. Pelajaran & pelatihan silat, randai, saluang & aneka kesenian.
G.2. Pengajian, tadabur, tausiyah, diskusi, berzanzi & aneka swara.
G.3. Asrama & penginapan remaja pria dan laki-laki yang sudah akil baligh.
G.4. Mobil jenazah & penyelenggaraan urusan kematian
G.5. Pengadaan tafsir Kitab Suci dan kitab-kitab agama & ilmu pengetahuan
G.6. Pengadaan perlengkapan & peralatan surau.
G.7. Pengelolaan honorarium bagi pengurus & tenaga pendidik surau
G.8. Membantu penerbitan & publikasi naskah, buku, e-book atau jurnal ilmiah bermutu

H. DUKUNGAN

 H.1. Pelaksanaan Gema Basurau didukung oleh pendanaan dan sumber anggaran yang berasal dari swadaya anggota & masyarakat umum yang berupa donasi, sponsor, hibah (grant), bantuan sosial, amal jariyah dan sumbangan.

H.2. Dukungan diambil lewat & bisa disalurkan ke rekening Bank Syariah Mandiri (BSM) Nomor 7034488562 a.n. Ali Cestar.